Alustista Tetap Jadi Produksi dan Sumber Pendapatan Utama Pindad

Alustista Tetap Jadi Produksi dan Sumber Pendapatan Utama Pindad
Alustista Tetap Jadi Produksi dan Sumber Pendapatan Utama Pindad

Businessnewsindonesia – PT Pindad (Persero) menegaskan bahwa produksi Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) tetap menjadi bisnis dan pendapatan utama perseroan, meskipun saat ini Pindad juga aktif mengembangkan alat kesehatan dan ventilator.

Wakil Sementara Sekretaris Perusahaan Pindad, Herryawan Roosdyanto mengatakan bahwa perseroan tetap memproduksi produk alutsista seperti senjata, amunisi, kendaraan tempur serta produk komersial seperti bahan peledak, alat berat, crane dan lain-lain.

Adapun produksi alat kesehatan yang saat ini tengah dilakukan merupakan langkah responsif Pindad dalam membantu pemerintah dan masyarakat dalam memerangi penyebaran virus corona.

“Sektor-sektor tersebut [Alutsista] akan tetap menjadi sumber utama pendapatan Pindad,” kata Herryawan kepada Bisnis, Jumat (8/5).

Dia menjelaskan dalam menekan penyebaran virus corona Pindad telah memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) dan Kanon semprot (Disinfectant Fog Cannon), Mobile Sterilization Chamber Covid-19 melalui anak perusahaan PT PEI.

Kanon Semprot (Disinfectant Fog Cannon) merupakan penembak disinfektan bermesin yang diterapkan pada kendaraan bermotor, berfungsi untuk sterilisasi wilayah dan bersifat mobile.

Kanon semprot terdiri dari tiga varian ukuran yaitu berukuran kecil untuk penyemprotan di jalan-jalan sempit. Ukuran sedang untuk kawasan perumahan yang memiliki jalan sedang dan ukuran besar untuk di jalan raya.

Sementara itu, Mobile Sterilization Chamber Covid-19 adalah ruang sterilisasi yang menyemprotkan uap disinfektan yang ramah lingkungan ke seluruh tubuh untuk sterilisasi dari virus dan bakteri.

“Dari awal pandemi Covid-19 kami juga telah bekerjasama dengan Damkar Kota Bandung secara rutin menyemprotkan disinfektan di berbagai titik kota. Pindad juga telah memberikan bantuan APD masing-masing 1.000 pcs kepada RSHS Bandung dan RS Pindad,” kata Herryawan.

Sekedar catatan, saat ini Pindad tengah mengembangkan dua jenis ventilator yaitu tipe VRM dan Covent-20.

VRM merupakan alat yang dirancang untuk membantu pasien gagal nafas dengan memberikan penambahan oksigen.

Sementara Covent-20 adalah ventilator darurat dan transportasi (portable) dengan siklus waktu dan volume konstan yang dirancang untuk digunakan dalam pengaturan pra-rumah sakit, intra-rumah sakit, antar-rumah sakit, dan transportasi.

Pindad membanderol ventilator tipe VRM dengan harga berkisar Rp10 juta – Rp15 juta. Harga tersebut lebih murah dibandingkan dengan ventilator impor yang mencapai Rp700 juta. Harga murah yang ditawarkan disebabkan oleh komponen dan bahan baku yang digunakan berasal dari lokal dan mudah diperoleh dipasaran.

Pindad melalui Litbang Pindad mengembangkan sendiri Ventilator tipe VRM. Pengembangan tersebut melibatkan dokter-dokter di Rumah Sakit Pindad. Saat ini proses pengembangan tersebut masih dalam tahap sertifikasi kelaikan di Badan Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kementerian Kesehatan.

Adapun mengenai hak paten, Pindad mengklaim tidak terdapat permasalahan dengan ventilator yang sedang dikembangkan. (ed.AS/bussnews.id/bisnis.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here