Era New Normal, Masyarakat Dituntut Beradaptasi dengan Teknologi

Era New Normal, Masyarakat Dituntut Beradaptasi dengan Teknologi
Era New Normal, Masyarakat Dituntut Beradaptasi dengan Teknologi

Bussnews.id – Presiden Indonesian Michigan State University (MSU) Alumni Association Satya Hangga Yudha Widya Putra mengharapkan masyarakat mulai beradaptasi dengan teknologi dalam mendukung kegiatan sehari-hari. Terutama di saat pandemi covid-19 dan transisi menuju era new normal saat ini.

“Mau tidak mau, masyarakat harus beradaptasi dengan teknologi pada era normal baru ini. Kegiatan sehari-hari seperti berbelanja, transaksi perbankan, berwisata, bertransportasi, dan lainnya kini semua memanfaatkan teknologi atau iptek,” katanya dalam rilis di Jakarta, Minggu.

Hangga juga mengharapkan masyarakat mulai berpikir secara kreatif dan inovatif, meningkatkan kepedulian sesama, dan selalu menjaga kondisi, kesehatan serta kebersihan selama masa normal baru.

Hal tersebut disampaikan Hangga saat menjadi pembicara kunci dalam program International Questions and Answers (International Q and A) bertajuk “What People Do in a New Normal 2020 (COVID-19)?”.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Balai Uji Standar Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BUSKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Indonesian MSU Alumni Association.

Tema yang diangkat adalah mendukung program Pemerintah Indonesia dalam pencegahan penularan dan penanggulangan COVID-19 serta menyebarkan pesan positif kepada masyarakat dalam menyiapkan pola pikir dan sikap masyarakat dalam menghadapi era normal baru.

Program yang digagas Kepala BUSKIPM Woro Nur Endang Sariati ini rutin diselenggarakan setiap minggu sebagai sarana interaktif bagi publik untuk bertanya apapun terkait tema.

Kegiatan ini juga dalam rangka memperingati International Public Service Day 2020 dan Pekan Pelayanan Publik Bulan Mutu Karantina 2020.

Hangga menambahkan pandemi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan tetapi sektor lain di antaranya ekonomi.

“Pandemi berpotensi memicu krisis ekonomi dunia dan untuk Indonesia diprediksi membuat deviasi terhadap target pembangunan pemerintah, terutama pertumbuhan ekonomi yang melambat dari estimasi awal,” ujarnya. (ed.AS/bussnews.id/antaranews.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here