Kasus Corona di Rusia Terus Naik, Kedua Tertinggi Setelah AS

Kasus Corona di Rusia Terus Naik, Kedua Tertinggi Setelah AS
Kasus Corona di Rusia Terus Naik, Kedua Tertinggi Setelah AS

BusinessNewsIndonesia – Kasus terjangkit Covid-19 di sejumlah negara tak menentu akan akan pertumbuhannya. Di Rusia kini data jumlah positifnya menyelinap naik melewati Spanyol dan Italia, negara yang sempat menempati urutan teratas.

Berdasarkan penghitungan Johns Hopkins University, CNN melaporkan jumlah kasus corona di Rusia mencapai 232.243 dan menempatkan negara itu di posisi kedua tertinggi di dunia setelah Amerika Serikat.

Menurut JHU, Rusia saat ini memiliki 2.116 kematian akibat Corona. Sedangkan AS sendiri mengonfirmasi 1.369.574 kasus dan 82.376 kematian. Lalu Spanyol 228.030 kasus dan Italia 221.216.

Sementara itu berdasarkan data statistik Worldometer, Rusia berada di urutan ketiga dengan kasus terbanyak, tepat di bawah Spanyol yang memiliki 269.520.

Rusia saat ini mengalami masa suram akibat dihantam wabah virus corona setelah 10 hari berturut-turut melaporkan lebih dari 10 ribu kasus baru dalam satu hari. Tak hanya warga, Covid-19 juga menyerang sejumlah pejabat Rusia.

Tiga anggota kabinet yakni Perdana Menteri Mikhail Mishustin, Menteri Kebudayaan Olga Lyubimova, dan Menteri Perumahan Vladimir Yakushev, terinfeksi virus corona.

Baru-baru ini Juru bicara kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov, dilarikan ke rumah sakit akibat terinfeksi virus corona.

Meski kasus corona terus melonjak, Presiden Vladimir Putin tetap melonggarkan larangan pembatasan. Kremlin mengakhiri periode tidak bekerja di seluruh sektor perekonomian pada Selasa (12/5) waktu setempat

Seiring kembalinya warga bekerja, kegiatan massa tetap dilarang dan penerapan kebijakan sanitasi ketat masih diawasi.

Kremlin mulai menerapkan larangan bekerja bagi pekerja nonsektor publik sejak akhir Maret untuk menekan penyebaran wabah virus corona. Kendati demikian, mereka akan tetap diberi upah.

Kebijakan itu menimbulkan ketidakpastian dalam perekonomian Negara Tirai Besi itu. Terlebih, perekonomian Rusia juga diguncang oleh anjloknya harga minyak. (ed.AS/bussnews.id/cnnindonesia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here