Akibat virus corona Wuhan menjadi kota mati (foto: Hector RETAMAL/AFP)

BusinessNews Indonesia – Korban meninggal dan terinfeksi kasus corona semakin meningkat. Otoritas kesehatan Cina melaporkan pada Selasa (28/1/2020) jumlah korban meninggal akibat virus corona menjadi 106 orang dan menginfeksi 4.515 orang.

Adapun dari jumlah kasus yang dikonfirmasi, sekitar 60 orang telah dipulangkan. Dilansir  CNBC International, mayoritas kasus yang dilaporkan berada di daratan Cina. Pemerintah setempat telah mengkarantina beberapa kota besar dan membatalkan acara Tahun Baru Imlek di Beijing dan beberapa tempat lain.

Upaya untuk mencegah penyebaran virus corona ke wilayah lain, pemerintah Cina sebelumnya telah menutup akses kota Wuhan. Otoritas setempat mengatakan seluruh layanan transportasi publik seperti kereta, bus, dan kapal feri telah ditutup.
Begitu pula penerbangan domestik dan internasional telah disetop pukul 10.00 waktu setempat pada 23 Januari lalu. Tak hanya itu otoritas setempat juga menutup akses jalan tol dari dan menuju ibu kota Provinsi Hubei.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) kemarin (27/1/2020), seperti dikutip katadata.co.id, telah mengeluarkan travel advisory (anjuran perjalanan) dan meningkatkan level kewaspadaan dari tingkat waspada ke level siaga. Pemerintah AS meminta warganya untuk mempertimbangkan kembali perjalanan ke Tiongkok karena virus corona yang terus menjangkit di beberapa daerah, sehingga meningkatkan risiko. Presiden Donald Trump dalam kicauan di media sosial kemarin mengatakan, bahwa AS terus mewaspadai penyebaran virus. Trump bahkan menawarkan bantuan kepada Tiongkok untuk menagani kasus ini.
“Kami telah cukup dalam dengan Tiongkok mengenai virus ini. Meski sangat sedikit kasus yang dilaporkan di AS, tapi hal ini sangat kami waspadai. Kami telah menawarkan bantuan kepada Tiongkok dan Presiden Xi. Ahli kami luar biasa!,” katanya melalui twitter.

Virus corona diyakini muncul akhir tahun lalu di sebuah pasar ikan di pusat Kota Wuhan, Tiongkok yang berasal dari hewan-hewan yang dijual secara ilegal. Dari yang semula menjangkit satu kota, virus corona terus menyebar hingga 15 negara seperti Hong Kong, Makao, Taipei, Thailand, Vietnam, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Jepang, Australia, Prancis dan Amerika Serikat. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus sedang bertolak ke Beijing untuk bertemu dengan pejabat pemerintah dan kesehatan setempat. Menurut WHO, pihaknya bakal mengumpulkan lebih banyak data sebelum virus ini dinyatakan sebagai darurat kesehatan global. (spm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here