Penjurian GRC and Performance Exellence Award 2020: Terobosan dan Inovasi Jasa Raharja
Penjurian GRC and Performance Exellence Award 2020: Terobosan dan Inovasi Jasa Raharja

BusinessNews Indonesia – PT Jasa Raharja (Persero) atau biasa disebut Jasa Raharja mengikuti penjurian Governance, Risk, dan Compliance (GRC) and Performance Exellence Award 2020 secara online pada 22/06/20. Jasa Raharja hadir sebagai peserta perdana pada event yang diadakan oleh Majalah BusinessNews Indonesia yang bekerjasama dengan CEO Forum dan didukung oleh para pakar dan profesional bidang GCG, Strategic Management, Finance, Banking, Insurance, ICT, Riset & Inovasi serta Dewan Juri GRC & Performance Excellence Award 2020, serta didukung oleh beberapa perusahaan konsultan GCG dan Manajemen Risiko serta Manajemen Kepatuhan.

Ketua Penyelenggara GRC & Performance Excellence Award 2020 Irnanda Laksanawan menjelaskan, bahwa event ini merupakan kegiatan corporate rating (award) tahunan di bidang Tata kelola perusahaan (GCG), Manajemen Risiko, dan Manajemen Kepatuhan.

Selain itu, Irnanda juga menjelaskan bahwa tujuan diselenggarakannya event ini yaitu dalam rangka mendorong perusahaan agar lebih mematuhi tata kelola perusahaan yang baik secara internal maupun terhadap stakeholdernya. Sehingga perusahaan lebih kredibel dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat.

Disamping itu, Direktur Manajemen Risiko dan Teknologi Informasi Jasa Raharja Wahyu Wibowo mengapresiasi dan menegaskan bahwa acara seperti ini sangat penting bagi perusahaan. Karena dengan adanya penjurian ini, kita bisa mengetahui potret diri perusahaan kami. “Dan kita jadi tahu ukuran mana yang baik dan mana yang kurang baik bagi perusahaan”, kata Wahyu.

Kemudian Wahyu juga menjelaskan, selain kita dapat masukan dari para juri yang sudah pakar dibidangnya, kita juga dapat barokah serta hidayah dalam tata kelola perusahaan. Ia juga menambahkan, acara ini merupakan sarana komunikasi terhadap lingkungan dalam rangka menegakkan GRC, karena penegakkan GRC bisa dilihat dari tiga hal. Pertama sehat jasmani orangnya, kedua sehat tata kelola perusahaannya melalui GRC serta protockol-protokolnya, dan ketiga sehat lingkungannnya (planet).

“Dalam menegakkan GRC sebuah perusahaan, kita bisa melihat 3 hal. Pertama sehat orangnya. Kedua sehat tata kelola perusahaanya. Dan ketiga sehat lingkungan perusahaanya atau planetnya”, tegas Wahyu.

Dalam penjurian tersebut, Wahyu menjelaskan bahwa Jasa Raharja sudah banyak melakukan terobosan dan inovasi diantaranya; Pertama penerbitan buku GRC, sebuah buku yang mengulas tentang pengelolaan governance, risk management, dan compliance secara terintegrasi. Kedua FPPT Online, yaitu pengawasan melekat dari pemegang anggaran, verifikator dan otorisator serta pengesah yang berbeda. Ketiga aplikasi JRku, sebuah aplikasi online yang sudah dapat terkoneksi dengan samsat online nasional (samolnas).

Lewat aplikasi JRku ini, masyarakat dapat mengajukan santunan secara online, hingga mengecek masa berlaku sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan (SWDKLLJ). Tidak hanya itu, lewat aplikasi ini, masyarakat dapat melaporkan apabila ada kecelakaan alat angkutan umum dan kecelakaan lalu lintas yang terjadi. Masyarakat juga bisa memberikan informasi daerah rawan kecelakaan agar pengguna lain dapat berhati-hati apabila melalui daerah tersebut.

Kemudian terobosan Jasa Raharja keempat adalah aplikasi SIMR, sebuah aplikasi yang digunakan untuk melakukan asesmen risiko oleh seluruh Risk Taking Unit (RTU) dari seluruh unit kerja kantor pusat, cabang dan perwakilan. Kelima aplikasi ACL GRC, aplikasi ini berguna untuk memanfaatkan data analytics untuk mendeteksi dan menganalisis potensi Fraud secara digital yang terintegrasi dengan ERP. Keenam KPI System, yaitu sebuah sistem penilaian kinerja secara individu serta unit kerja yang sudah berbasis risiko. Kemudian terobosan yang ketujuh adalah aplikasi Human Resources Information System, yaitu sebuah aplikasi yang digunakan untuk menunjang langkah-langkah pencapaian fungsi pada human capital perusahaan.

Tidak cukup sampai di situ, Jasa Raharja terus berinovasi untuk memberikan layanan yang semakin prima kepada para tertanggung (korban kecelakaan yang termasuk dalam jaminan Jasa Raharja). Jasa Raharja berupaya keras untuk memberikan pelayanan terbaik bagi korban kecelakaan lalu lintas. Inovasi pelayanan terus dilakukan karena Jasa Raharja ingin semua yang berhak mendapatkan perlindungan dasar bisa terlayani dengan baik.

Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada pihak tertanggung tersebut, PT Jasa Raharja mencetuskan sebuah inovasi yaitu Host to Host. Program ini menggandeng beberapa instansi terkait seperti Pihak Rumah Sakit, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil), KORLANTAS, DISHUB DAN BPJS Kesehatan. Inovasi tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pelayanan kepada pihak tertanggung. Kemudahan proses ini semoga dapat meringankan beban pihak tertanggung dan anggota keluarganya. Dengan sistem yang terintegrasi ini diharapkan dapat meningkatkan efektifitas dalam kegiatan operasional Jasa Raharja dan efesiensinya terutama dalam hal maintenance.

Jasa Raharja juga mengembangkan pemanfaatan data operasional dengan melakukan big data analytics, yang diterjemahkan dalam bentuk dashboard yang mudah dipahami manajemen (business intelligence). Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk membantu top management dalam mengambil keputusan dan membuat strategi bisnis yang akurat berdasarkan data.

Kemudian pada sesi tanya jawab, ketua dewan juri Dewi Hanggraeni memberikan apresiasi kepada Jasa Raharja atas presentasinya yang sangat bagus. Selaku dewan juri, ia juga mengajukan beberapa point pertanyaan terhadap JR di antaranya; untuk ke depannya selain yang sudah JR lakukan, kira-kira bagaimana cara untuk memperoleh pendapatan yang lebih meningkat? Bagaimana dengan inovasi produk, meningkatkan pelayanan serta kaitannya dengan strategi marketing? Apa dasar JR dalam menentukan sistem seleksi, promosi, mutasi serta jenjang karir Human Capital?  Dari sisi Risk Maturity Level dan kaitannya dengan Risk Performance Management dan Risk Culture-nya seperti apa? Apa kaitan semuanya ini dengan era new normal?

Hadir sebagai dewan juri dalam acara ini diantaranya, Ir. Irnanda Laksanawan, MSc Eng, MBA, PhD (Chairman for GRC & Performance Excellence Award 2020), Dr. Dewi Hanggraeni, SE, MBA, CA, CACP (Deputy Chairperson of the Indonesian Risk Professional Association), Raharjo Satrio Unggul, SE (Risk Certification Board Committee/Badan Sertifikasi Manajemen Risiko), Dr. Ir. Ashwin Sasongko, MSc (Head of ICT at National Research Council / DRN-Dewan Riset Indonesia), Dr. Eddy Iskandar, B.Eng, MSc (CEO CPM Consulting, Lecturer Mechanical Engineering PEDC ITB), Endro Gunawan, BSc, MSc (CEO Portege Cld Teknologi, IT Expert for Smart Corporate Information & Management System). (RB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here