Penjurian GRC and Performance Exellence Award 2020: Transformasi TI PT Bank BPD Bali untuk Perkembangan Perekonomian Daerah
Penjurian GRC and Performance Exellence Award 2020: Transformasi TI PT Bank BPD Bali untuk Perkembangan Perekonomian Daerah

BusinussNews Indonesia – Pada era serba digital ini, setiap bank harus mengatasi disrupsi teknologi yang tidak lagi bisa dihindari. Bank tidak hanya wajib menyajikan layanan yang lebih cepat, mudah, dan tetap hati-hati, tapi juga mentransformasikan proses bisnisnya dengan memanfaatkan teknologi informasi (TI).

Itulah yang menjadi landasan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali dengan menggunakan Quick Respon Code Indonesian Standard (QRIS) atau sistem pembayaran barcode-nya sebagai pembayaran yang dapat dipindai oleh seluruh aplikasi yang menyediakan pembayaran dengan QR Code. Tujuannya, untuk meningkatkan daya saing dan mendapatkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Hal itu dijelaskan langsung oleh Direktur Utama PT Bank BPD Bali Nyoman Sudharma pada sesi Presentasi dan Wawancara dengan Juri GRC and Performance Exellence Award 2020. Acara yang diadakan oleh Majalah BusinessNews Indonesia dan bekerjasama dengan CEO Forum dan didukung oleh para pakar dan profesional bidang GCG, Strategic Management, Finance, Banking, Insurance, ICT, Riset & Inovasi serta Dewan Juri GRC & Performance Excellence Award 2020, serta didukung oleh beberapa perusahaan konsultan GCG dan Manajemen Risiko serta Manajemen Kepatuhan ini diselenggarakan secara online pada 29/06/20.

Selain itu, perusahaan yang memiliki visi menjadi bank yang kuat, berdaya saing tinggi, dan terkemuka dalam melayani UMKM serta berkontribusi bagi pertumbuhan perekonomian daerah ini juga memiliki ekosistem layanan bisnis berbasis digital di antaranya; Core System, Payment System, MIS System, dan Akuntansi.

Adapun Core System yang meliputi Bank BPD Bali ini yaitu I-Samsat: sistem administrasi terpadu yang melayani pengesahan STNK dan pembayaran PKB serta SWDKLLJ melalui transaksi elektronik, E-Ticketing Wisata: Solusi menggantikan fungsi tiket konvensional dengan smart card sebagai tiket elektronik nya, E-Retribusi Pasar: mempermudah melakukan pembayaran retribusi pasar menggunakan kartu elektronik, Samsat Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), POS PHR, Donasi, dan Kontribusi Wisatawan. Sedangkan Payment System meliputi; E-Samsat & Samsat VA, E-Retribusi, Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Online, E-Ticketing Wisata, Payment Pajak Daerah, IBB Daerah, Transfer for Payment, E-Channel Payment, QRIS Payment, Rekonsiliasi, dan Settlement.

Solusi teknologi digital BPD Bali ini dilakukan karena fokus dalam memberikan layanan terbaik dan strategis. Yaitu melakukan optimalisasi layanan kepada stakeholder, terutama untuk menjaga CASA (current account saving account) dengan menyediakan layanan Mobile Banking dan Internet Banking. Ini penting untuk menghadapi persaingan di sektor perbankan. Selain itu, BPD Bali juga fokus pada stakeholder utama dan UMKM dengan penyediaan sistem aplikasi sebagai platform agregator terkait pajak dan retribusi daerah serta administrasi pengelolaan sistem keuangan daerah.

Hingga saat ini, BPD Bali sudah menyediakan Solusi teknologi digital, diantaranya Internet Banking Busines: Solusi layanan transaksi non tunai bagi perusahaan/Pemerintah Daerah. BPD Payment, Platform pembayaran yang terintegrasi melalui berbagai channel layanan untuk memenuhi kebutuhan mitra/instansi yang diluncurkan tahun 2012. SP2D Online: Pionir solusi non tunai untuk efektifitas pengelolaan dan administrasi kas daerah (Implementasi kota Denpasar Tahun 2013). MB/IB: Memudahkan nasabah untuk bertransaksi tanpa harus pergi ke bank (2015). E-SAMSAT: Bank BPD Bali sebagai pelopor layanan SAMSAT online nasional (2017).

Hadir sebagai dewan juri dalam acara ini diantaranya, Ir. Irnanda Laksanawan, MSc Eng, MBA, PhD (Chairman for GRC & Performance Excellence Award 2020), Dr. Dewi Hanggraeni, SE, MBA, CA, CACP (Deputy Chairperson of the Indonesian Risk Professional Association), Raharjo Satrio Unggul, SE (Risk Certification Board Committee/Badan Sertifikasi Manajemen Risiko), Dr. Ir. Ashwin Sasongko, MSc (Head of ICT at National Research Council / DRN-Dewan Riset Indonesia), Dr. Pandu Patriadi, SE, MBA, MH (Chairman of Indonesian Multidisiplinary Doctoral Forum (FDM-I), Dr. Eddy Iskandar, B.Eng, MSc (CEO CPM Consulting, Lecturer Mechanical Engineering PEDC ITB). (RB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here