Executive & Leader Talk Itech 2020

BusinessNews Indonesia – Industri telco di Indonesia masih membukukan pertumbuhan 3,5% pada tahun 2019, pada saat pertumbuhan di negara-negara maju hanya mengalami pertumbuhan 1-2% atau mengalami penurunan jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal ini diungkapkan Faizal Rochmad Djoemadi, Director of Digital Business PT Telekomunikasi Indonesia, saat menjadi narasumber Executive & Leader Talk yang diselenggarakan Majalah Itech di Financial Club, Rabu (22/01/2020).

“Kita masih tumbuh lebih bagus daripada negara-negara maju justru karena kita telat. Karena kita telat justru kita mempunyai kesempatan belajar dari negara maju, di antaranya adalah belajar dari beberapa kegagalan di negara-negara maju, sehingga kita tidak mengulangi kegagalan tersebut,” ungkap Faizal.

Faizal mengungkapkan dalam evolusi Information & Technologies Indonesia masih dalam tahapan Digital Transformation belum sampai pada tahapan Intelligent Enterprise. “Perusahaan di Indonesia masih dalam tahapan digital transformation.”

Sementara itu Chairman Strategic Management & Digital Innovation Institute (SMDII) Irnanda Laksanawan–yang bertindak sebagai moderator–mengungkapkan disruption technology yang dihasilkan oleh anak-anak milenial menghasilkan perubahan yang dahsyat dalam pola dan proses bisnis. “Jika tidak siap mengubah culture dan mindset, disruption technology ini akan menghilangkan keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh BUMN, BUMD dan perusahaan-perusahaan nasional kita.”

Namun Irnanda mengungkapkan bahwa kemampuan perusahaan-perusahaan Indonesia–terutama BUMN–sudah pesat dan mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan global lainnya. “Kita sudah bukan jago kandang lagi,” imbuhnya.

Narasumber lain, Indra Utoyo, Managing Director Digital, IT and Operation BRI, mengatakan bahwa Indonesia mempunyai peluang yang sangat besar di bidang ekonomi digital. Hal ini terlihat dari komposisi demografi Indonesia di mana Gen Y 59,1% dan Gen X 40,9%, atau generasi milenial lebih mendominasi komposisi demografi Indonesia.

Melihat peluang yang sangat besar tersebut, sambung Indra, BRI telah meluncurkan Digital Initiatives yang terdiri atas Digitizing Core,  Digital Ecosystem dan News Digital Propositions. (spm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here